NEWS UPDATE :
Assalamu'alaikum,..sahabat. Terima kasih atas kunjungannya di blog media PKS Tambora. Semoga apa yang disajikan disini bermanfaat untuk anda, dan juga jalinan ukhuwah ini berkelanjutan... ■ Kabar Gembira! Kini sudah dibuka Pendaftaran Anggota Baru PKS untuk Anda, Silakan hubungi Pengurus Cabang ataupun Pengurus Ranting di kelurahan masing-masing ■ Do'akan agar PKS Terus Bekerja Untuk Indonesia ■ dengan Cinta. semangat Kerja. hadirkan Harmoni. ■ Apapun Yang Terjadi Kita Tetap Melayani #AYTKTM ■ PKS Selalu Dekat dan Melayani ■ Kobarkan Semangat Indonesia ■ Jangan lupa, 9 April 2014, pilih dan coblos PKS nomor TIGA ■ Admin menerima tulisan dari pembaca berupa tausiah, nasehat, opini, hikmah, inspirasi, resensi, motivasi, info kegiatan, acara, profil tokoh, dengan cara mengirimkannya ke alamat email: media.tambora@gmail.com ■ Terima Kasih

KABAR PKS TERKINI

« »

LIPUTAN

MOTIVASI

OASE

CATATAN MEDIA

POSTINGAN TERBARU:

Tampilkan postingan dengan label CATATAN MEDIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN MEDIA. Tampilkan semua postingan

PKS Apresiasi KPU Tunda Penetapan DPT

16/09/13

Jazuli Juwaini
PKS Tambora - Jakarta (16/9) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Akhirnya menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tiap-tiap Kabupaten/Kota yang sedianya sesuai Peraturan KPU tentang Tahapan Pemilu harus dilaksanakan pada tanggal 13 September 2013. Hal ini dilakukan KPU guna merespon masukan publik, khususnya melalui Komisi II DPR RI, akibat ditemukannya data pada Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang tidak akurat, ganda, hilang, dan lain sebagainya.

Bahkan, Kemendagri pada Raker Komisi II dengan KPU (Rabu, 11/9) sempat mengancam berlepas tangan atas kualitas DPT yang akan ditetapkan KPU karena Kemendagri menilai KPU tidak menggunakan DP4 sebagai basis pemutakhiran DPT sehingga setelah disandingkan banyak yang bermasalah.

Anggota Komisi II dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini, mengapresiasi sikap ksatria KPU yang telah realistis dalam melaksakan tugasnya, dan mendengar masukan berbagai pihak termasuk masukan dari anggota Komisi II dan Kemendagri.

“Memang harus diakui, secara objektif DPT yang akan ditetapkan KPU ini msh banyak menyimpan permasalahan terutama pada aspek validasi dan akurasi datanya,” ungkap Jazuli.

Jazuli menganggap masalah DPT ini sangat penting dan harus serius menanganinya supaya tuntas dan tidak menjadi beban sejarah karena menurutnya hal ini merupakan salah satu sumber tegaknya demokrasi di indonesia ini. “Jika data tidak akurat – banya  nama-nama fiktif, nama ganda, dan telah daluwarsa (meninggal dunia) – ini rawan disalahgunakan oleh oknum, baik dari caleg parpol maupun penyelenggara,” kata politisi PKS ini.

Juga sebaliknya, lanjut Jazuli, jika ada warga indonesia tidak terdaftar dan tidak bisa menyalurkan suaranya maka ini merupakan pemasungan hak demokrasi rakyat, “Jangan sampai ada yang tidak terdaftar, jika terjadi implikasinya serius bagi kualitas pemilu kita ke depan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Jazuli berharap dengan penundaan ini KPU harus mampu berkordinasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait yaitu Kemendagri, Bawaslu, tentu sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk menjamin validitas dan akurasi DPT yang akan ditetapkan nantinya.

“Cukuplah DPT tahun 2009 menjadi pengalaman, saat itu banyak sekali pemilih ganda, orang sudah meninggal masih tercatat sebagai pemilih dan lainnya, dan kita tidak ingin hal ini terjadi lagi di pemilu 2014,” pungkas Jazuli. ■ 

Anis Matta Menjawab (Bag-2)

23/05/13

Anis Matta Menjawab (Bag-1)

Anis: Saya Masih Yakin Insya Allah PKS Masuk 3 Besar


Anis Matta, Presiden PKS
PKS Tambora - Meskipun belakangan ini PKS diguncang 'prahara' yang belum tahu kapan usainya, namun Presiden PKS Anis Matta masih yakin yakin insya Allah PKS masuk tiga besar. Hal ini diungkapkan Anis Matta saat diwawancarai oleh Stasiun TV MNC News di Acara One on One yang disiarkan secara langsung Rabu (22/5) malam.

"Saya kirim struktur dan non struktur ke daerah-daerah untuk mengetahui situasi yang berkembang di lapangan. Kita pengen dengar citizen talk. Laporan dari struktur dan non struktur tersebut kemudian kita combine lagi dengan survei," ujar Anis Matta.

Mengenai opini media yang menggiring seolah-olah PKS sedang menentang KPK, Anis mengatakan tidak mau bereaksi secara berlebihan menghadapi masalah tersebut.

"Yang kami laporkan adalah penyitaan yang tidak prosedural dan pernyataan Juru Bicara KPK Johan Budi yang tidak sesuai kenyataan. Kami membela hak-hak publik," katanya.

Menurut Anis, dari rangkaian kejadian yang menimpa PKS belakangan ini jika bertujuan untuk men-downgrade suara PKS di Pemilu 2014, dia yakin tidak akan berhasil.

"Jika targetnya untuk men-downgrade suara PKS di Pemilu 2014 saya yakin hal itu tidak akan berhasil. Keyakinan saya malah sebaliknya, kader PKS malah solid. Karena setiap reaksi ada kadarnya untuk itu tak perlu berlebihan," katanya.

Lebih jauh Anis menjelaskan jika ada orang yang menjelekan dirinya, dia lebih suka menyerakhkannya ke langit. Jika ada yang menganggap di PKS terdapat dua kubu yakni kubu keadilan dan sejahtera, maka orang salah baca tentang hal tersebut. 

DM/pksnongsa.org

HNW: Tak Akan PKS Melawan KPK

09/05/13







    Oleh :
    Hidayat Nur Wahid
    @hnurwahid





1.    Pagi sahabat, Insya Allah fikiran masih sejernih pagi. Mudah-mudahan sahabat bisa jernih menilai kenapa ada kesan PKS melawan KPK

2.    Beberapa hari ini, media menaruh perhatian besar kepada PKS karena isu PKS melawan KPK. Itu tentu karena cinta kepada PKS dan KPK :)

3.    Kesan bahwa PKS Melawan KPK jadi luar biasa karena media menulisnya semacam itu. Padahal, tak ada track record PKS melawan KPK

4.    Sejak dalam rancangan pembuatan UU tentang KPK, Fraksi PKS sangat jelas dukung keberadaan KPK dengan kewenangan yang kuat

5.    Tahun lalu ada hingar bingar usulan revisi UU KPK di DPR, FPKS pun berada di garda terdepan tolak revisi UU itu karena akan membonsai KPK

6.    Sikap kami jelas. Ketika Ust LHI didatangi KPK dan mereka sampaikan surat untuk penahanan, apakah PKS melawan? Tidak!

7.    Untuk Ust LHI yang kami cintai karena Allah saja, PKS tidak lakukan perlawanan, apalagi hanya utk beberapa unit mobil

8.    Kata tim hukum Ust LHI, Pak Zainuddin Paru, waktu itu sekuriti DPP sudah persilakan, tapi minta KPK perlihatkan dulu surat tugas untuk penyitaan

9.    Nyatanya, pihak KPK tak bisa tunjukkan surat penugasan, maka sekuriti persilakan datang Selasa (7/5) pagi dengan bawa surat tugas

10.  Selasa (7/5) sore tim KPK datang lagi, tapi surat tugas tak dibawa, justru bawa surat undangan kepada Ketua Majlis Syuro & Presiden PKS

11.  Ketika kawan-kawan sekuriti lihat tak ada surat tugas, wajar mereka merasa bertanggungjawab untuk amankan barang-barang di lingkungan DPP. Itu tugas mereka

12.  Prinsipnya, tak akan PKS melawan KPK. Silakan ambil mobil-mobil itu. Tapi...

13.  Tapi, supaya tak jadi heboh, apa sih susahnya KPK bawa surat dan secara definitif sebutkan mobil mana yang mau diambil & atas dasar apa?

14.  Saya yakin kalau itu dilakukan, apalagi dengan koordinasi dengan pimpinan partai seperti dulu dilakukan terhadap Ust LHI, tak akan ada masalah

15.  Kata kuncinya, tak benar PKS melawan. PKS cuma ingatkan, mekanisme penegakan hukum harus dibarengi komitmen untuk tegakkan hukum itu sndiri

16.  Jalankan aturan-aturannya, maka PKS akan dukung KPK. Tak akan PKS melawan. Sebagaimana track record PKS yang selalu cinta dan dukung KPK. Sekian


Sumber: https://twitter.com/hnurwahid

Ahmad Fathanah, Kesan Pertama Begitu Menggoda



“Kesan pertama begitu menggoda.”

Itulah tagline sebuah produk parfum yang sangat terkenal belasan tahun lalu.
Memang, kesan pertama akan sangat membekas di hati dan pikiran kita. Soal apakah kesan itu akhirnya terbukti benar atau salah, yang kita percayai tetap kesan pertama.

Inilah ilustrasi yang barangkali cocok untuk menggambarkan kasus Ahmad Fathanah (AF). Sejak awal, media massa memberi KESAN PERTAMA bahwa dia ini orang PKS. 

Hingga hari ini, masih banyak saja haters yang percaya bahwa AF benar-benar orang PKS.
Bahkan ketika istrinya pun sudah menyangkal bahwa AF orang PKS, tetap saja dia dianggap orang PKS.

Bahkan ketika para kader PKS sendiri sudah memberikan klarifikasi, para haters malah berpendapat makin beringas, “Dulu kalian mengeruk kekayaan dari dia. Sekarang kalian mencampakkan dia begitu saja. Dasar partai munafik!”

Dan ketika para “bidadari” AF bermunculan di media massa, para haters tetap menghubung-hubungkan para wanita cantik dan sexy tersebut dengan PKS. Padahal tak ada hubungan sama sekali.

Jadi, sekarang sepertinya sudah tidak penting mana yang benar dan mana yang salah. Masih banyak orang yang lebih percaya pada KESAN PERTAMA.

Ya, kesan pertama memang menggoda. Selanjutnya terserah kita. Percaya atau tidak.
Nah, Anda sendiri bagaimana? Masih percaya kalau AF itu orang PKS?


Penulis:

Hidayat Nurwahid: PKS tidak pernah melawan KPK

Hidayat Nur Wahid

PKS Tambora - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan, partainya tidak pernah melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu buktinya adalah dengan sikap PKS yang menolak adanya revisi UU KPK, beberapa bulan lalu.
“Saat kasus Pak Luthfi Hasan Ishaaq, saat adanya surat, apakah kita melakukan perlawanan? Pak Luthfi saja tak pernah bayangkan adanya pemberitaan seperti ini,” ujar Hidayat di DPR RI kepada wartawan, Rabu (08/05/2013).
Mantan Presiden PKS itu menuturkan, informasi yang dia dapat dari kuasa hukum LHI, saat KPK mau mengambil Mobil LHI, keamanan Kantor PKS minta surat resmi eksekusi. “Security minta surat eksekusi tapi tidak ada. Sekali lagi kita tidak menghalang-halangi, tapi harus menggunakan surat penyegelan barang-barang mana yang diambil,” ungkapnya.
Dia berharap polemik ini segera selesai. Pihaknya akan terus mendukung proses penegakan hukum yang ada di Indonesia. “Tidak ada masalah dalam penegakan hukum. Silahkan laksanakan,” pungkas Hidayat. ■ [lensaindonesia.com/endang]

Cerita Dua Cinta: PKS dan KPK


1.      Kalau butuh cinta untuk tuntaskan masalah besar bangsa ini (korupsi), maka cinta itu adalah PKS dan KPK.

2.      KPK adalah cinta,karena institusi itu ada di hati rakyat Indonesia, menyatu dengan berbagai asa dan harapan.

3.      Serupa itu pula PKS, adalah icon perlawanan korupsi yang dicintai dan disegani masyarakat.

4.      Dua cinta yang harmoni.ada masa-masa indah saat PKS terdepan dalam melaporkan gratifikasi kepada KPK. Dulu, dua cinta itu beriringan

5.      Tapi bukan cinta namanya bila tak dibumbui ujian. Aduhai,sedih nian bila terbayang kriminalisasi mantan ketua KPK, si pemberani.

6.      Sejak saat itu si cinta, KPK, dicoba dinodai, dikontaminasi pihak-pihak yang berkepentingan jahat meski dengan cara tutupi kasus korupsi

7.      Si cinta, KPK, tersusupi pelindung kasus korupsi. Century terombang-ambing. Hambalang diulur-ulur. Rakyat perih hatinya teracuni

8.      Jangan tanya mengapa ada cicak buaya.Itulah ujian cinta.karena itu terucap lagi kata cinta pada, "Cinta Indonesia Cinta KPK"

9.      Si cinta yang satu telah lebih dulu rasakan ujian. Menyusullah cinta yang satu lagi. Aduhai, makin runyam ujian cinta mereka

10.  Dua cinta yang harmoni akan membangun dunia dengan dahsyat. Itu mengapa pembenci tak kan suka melihatnya. Bergulirlah makar

11.  Duhai, alangkah jahat kaum pembenci yang mengadu domba dua cinta. Tapi mau bagaimana, sekali lagi itulah ujian cinta

12.  Ah cinta..kau sebut apa? Tak sampai uang itu ke LHI, tapi kau memperkarai tanpa bukti. Mengapa?

13.  Ah cinta,mengapa tak kau kenali lagi kawanmu? kau tuduh kawanmu bermain kuota impor sapi, izin impor sapi ditutup

14.  Oi cinta, siapa dia pendusta di sampingmu? Ia bilang AF kader PKS padahal bukan. Ia bilang punya surat sita nyatanya tidak

15.  Wahai cinta, siapa mereka yang gelap mata? Dendam kotak sepatu dilampiaskan pada mobil orang yang tak terlibat kasus LHI?

16.  Ah..KPK, dirimu tetaplah entitas cinta. Meski ternoda, tapi selalu ada keinginan untuk menyucikanmu.harus!musti enyah polutan itu

17.  Karena sayang kami, ada janji untuk mengembalikanmu pada jalur kerja yang benar. Kerja pencegahan & pangkas keangkuhan superbody

18.  Btw, pada kerendahan hati lah bersemayam cinta. Superbody hanya lahirkan arogansi. Maaf,harus dipangkas semua ini.

19.  Karena rasa sayang ini,maka kami kabarkan pada dunia bahwa kau KPK, dalam bahaya. Rezim licik menunggangimu, membuat fitnah

20.  Justru karena rasa sayang ini,kemarahan kami tertuju pada polutan yang mencemarimu, KPK. Kaki tangan rezim keji yang menipu rakyat

21.  Dua cinta harus diselamatkan. Jangan diadu domba. KembalikanKPK pada kerja semestinya, bukan biang gosip bayaran 


PKS Sayang KPK

08/05/13


1.       Kami cinta negeri ini

2.       Yang ribet AF yang kena PKS #kriyuk

3.       Kami hanya ingin KPK tetap bermartabat, menjaga integritas hukum saat bertindak

4.       Juga tidak tebang pilih dalam menangani berbagai kasus korupsi

5.       Pernahkah PKS menghalangi kalian mengusut, wahai KPK?

6.       Meskipun rongronganmu membingungkan, tak teratur, dan berantakan, namun kami hormat

7.       Karena kau lahir dari cita-cita untuk kembali memuliakan Indonesia

8.       Kami tau betapa korupsi sudah mengakar kuat, meregang urat, dan meruntuhkan martabat

9.       Lalu kita semua bersama, melahirkan cita untuk kembali bersihnya Indonesia

10.   Kami hadir untuk membersamaimu, tapi memang, ada yang tidak suka dengan kemesraan kita

11.   Ada yang khawatir dengan akan terbitnya kebenaran. Namun apakah lalu kau pun terbawa, wahai KPK?

12.   Apakah cita kita hancur hanya karena ketakutanmu pada dunia, pada TIRANI yang tengah berkuasa?

13.   Biarkan mereka mendidih melihat kemesraan kita, kemesraan untuk kembali kepada mulianya bangsa kita,

14.   Bangsa yang merdeka dengan cucuran keringat dan darah rakyatnya, bukan hadiah dari negeri-negeri penjajah. Apakah kau lupakan itu?!

15.   Apa yang kalian lakukan pada kami, tak kan pernah suruntukan #CINTA kami untuk Indonesia

16.   Apa yang kalian tuduhkan pada kami, takkan melemahkan #KERJA kami

17.   Dan apa yang kami inginkan adalah kembalinya #HARMONI kita bersama, wahai KPK

18.   Kami titipkan ustadz trcinta kami pada kalian. Jadilah kalian manusia yang memanusiakan karena kami yakin hati kalian masih menyala

19.   KPK, buanglah ketakutanmu! Habisi kepengecutanmu, dan kembalilah tegak menatap mentari bersama kami!!

20.   Satu hal, #CINTA kami pd bangsa ini telah mengharu biru dalam dekapan hangat tak berbatas. Akankah kau dustai?

21.   KPK, dengarlah nasihat sederhana ini, dari hati nurani rakyatmu sendiri. Hingga kelak kita kan berkumpul kembali

22.   PKS dan KPK kita akan berjalan bersama, menuju Indonesia Adil dan Sejahtera

23.   Kami akan senantiasa menghormati hukum yang berlaku. Pun kalian, lakukanlah hal serupa

24.   Sekian. 


Arogansi KPK, Segel Mobil Partai dan Kader PKS Tanpa Surat Penyitaan

07/05/13

Zainuddin Paru
PKS Tambora - Kader PKS tidak pernah menghalangi upaya petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyita mobil milik Luthfi Hasan Ishaaq. Yang menjadi persoalan ketika petugas keamanan kantor PKS menanyakan surat penyitaan, petugas KPK yang datang, Senin (6/5) malam  tidak bisa menunjukkan surat tersebut. 

“Mereka hanya mengatakan nanti menyusul,” kata Zainuddin Paru, kuasa hukum LHI, Selasa (7/5) di Jakarta.

Persoalan lainnya, kata Zainuddin, tidak semua mobil yang akan di sita milik LHI. “Ada mobil partai, dan milik kader PKS lainnya,” imbuh Zainuddin.

Zainuddin mengemukakan, ada dua hal yang menjadi keberatan tim hukum LHI. Pertama, KPK datang untuk menyita tanpa membawa surat penyitaan, sehingga petugas tidak tahu mobil mana saja yang ingin di sita.

Kedua, tidak semua mobil yang akan di sita milik LHI.

“Jadi ada prosedur yang tidak dipenuhi KPK, sehingga wajar jika petugas pengamanan menanyakan surat-surat itu,” katanya.
 


Terkait pengempesan ban mobil yang akan di sita KPK, Zainuddin menyatakan, pengempesan itu justru untuk mencegah agar mobil tersebut tidak dibawa keluar oleh pemiliknya. Karena hal itu justru akan menimbulkan delik baru.

Dan pengempesan dilakukan ketika petugas KPK sudah meninggalkan area kantor DPP PKS.

“Karena para pemilik mobil tersebut tidak terima mobilnya disita, sehingga mereka ingin membawa keluar.  Ketika berkonsultasi dengan saya, saya melarangnya,” tegas Zainuddin.

Menurut Zainuddin, dari enam mobil yang diberi KPK Line, hanya dua mobil yang milik LHI, yaitu Mazda putih dan Pajero hitam. Sisanya milik partai dan kader PKS. ■ islamedia

PKS Tambora

Kabar PKS

 
© Copyright PKS Tambora 2011-2014 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com .