NEWS UPDATE :
Assalamu'alaikum,..sahabat. Terima kasih atas kunjungannya di blog media PKS Tambora. Semoga apa yang disajikan disini bermanfaat untuk anda, dan juga jalinan ukhuwah ini berkelanjutan... ■ Kabar Gembira! Kini sudah dibuka Pendaftaran Anggota Baru PKS untuk Anda, Silakan hubungi Pengurus Cabang ataupun Pengurus Ranting di kelurahan masing-masing ■ Do'akan agar PKS Terus Bekerja Untuk Indonesia ■ dengan Cinta. semangat Kerja. hadirkan Harmoni. ■ Apapun Yang Terjadi Kita Tetap Melayani #AYTKTM ■ PKS Selalu Dekat dan Melayani ■ Kobarkan Semangat Indonesia ■ Jangan lupa, 9 April 2014, pilih dan coblos PKS nomor TIGA ■ Admin menerima tulisan dari pembaca berupa tausiah, nasehat, opini, hikmah, inspirasi, resensi, motivasi, info kegiatan, acara, profil tokoh, dengan cara mengirimkannya ke alamat email: media.tambora@gmail.com ■ Terima Kasih

KABAR PKS TERKINI

« »

LIPUTAN

MOTIVASI

OASE

CATATAN MEDIA

POSTINGAN TERBARU:

Tampilkan postingan dengan label CATATAN MEDIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN MEDIA. Tampilkan semua postingan

PKS Apresiasi KPU Tunda Penetapan DPT

16/09/13

Jazuli Juwaini
PKS TamboraJakarta (16/9) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Akhirnya menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tiap-tiap Kabupaten/Kota yang sedianya sesuai Peraturan KPU tentang Tahapan Pemilu harus dilaksanakan pada tanggal 13 September 2013. Hal ini dilakukan KPU guna merespon masukan publik, khususnya melalui Komisi II DPR RI, akibat ditemukannya data pada Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang tidak akurat, ganda, hilang, dan lain sebagainya.

Bahkan, Kemendagri pada Raker Komisi II dengan KPU (Rabu, 11/9) sempat mengancam berlepas tangan atas kualitas DPT yang akan ditetapkan KPU karena Kemendagri menilai KPU tidak menggunakan DP4 sebagai basis pemutakhiran DPT sehingga setelah disandingkan banyak yang bermasalah.

Anggota Komisi II dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini, mengapresiasi sikap ksatria KPU yang telah realistis dalam melaksakan tugasnya, dan mendengar masukan berbagai pihak termasuk masukan dari anggota Komisi II dan Kemendagri.

“Memang harus diakui, secara objektif DPT yang akan ditetapkan KPU ini msh banyak menyimpan permasalahan terutama pada aspek validasi dan akurasi datanya,” ungkap Jazuli.

Jazuli menganggap masalah DPT ini sangat penting dan harus serius menanganinya supaya tuntas dan tidak menjadi beban sejarah karena menurutnya hal ini merupakan salah satu sumber tegaknya demokrasi di indonesia ini. “Jika data tidak akurat – banya  nama-nama fiktif, nama ganda, dan telah daluwarsa (meninggal dunia) – ini rawan disalahgunakan oleh oknum, baik dari caleg parpol maupun penyelenggara,” kata politisi PKS ini.

Juga sebaliknya, lanjut Jazuli, jika ada warga indonesia tidak terdaftar dan tidak bisa menyalurkan suaranya maka ini merupakan pemasungan hak demokrasi rakyat, “Jangan sampai ada yang tidak terdaftar, jika terjadi implikasinya serius bagi kualitas pemilu kita ke depan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Jazuli berharap dengan penundaan ini KPU harus mampu berkordinasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait yaitu Kemendagri, Bawaslu, tentu sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk menjamin validitas dan akurasi DPT yang akan ditetapkan nantinya.

“Cukuplah DPT tahun 2009 menjadi pengalaman, saat itu banyak sekali pemilih ganda, orang sudah meninggal masih tercatat sebagai pemilih dan lainnya, dan kita tidak ingin hal ini terjadi lagi di pemilu 2014,” pungkas Jazuli. ■ 

Anis Matta Menjawab (Bag-2)

23/05/13

Anis Matta Menjawab (Bag-1)

Anis: Saya Masih Yakin Insya Allah PKS Masuk 3 Besar


Anis Matta, Presiden PKS
PKS Tambora - Meskipun belakangan ini PKS diguncang 'prahara' yang belum tahu kapan usainya, namun Presiden PKS Anis Matta masih yakin yakin insya Allah PKS masuk tiga besar. Hal ini diungkapkan Anis Matta saat diwawancarai oleh Stasiun TV MNC News di Acara One on One yang disiarkan secara langsung Rabu (22/5) malam.

"Saya kirim struktur dan non struktur ke daerah-daerah untuk mengetahui situasi yang berkembang di lapangan. Kita pengen dengar citizen talk. Laporan dari struktur dan non struktur tersebut kemudian kita combine lagi dengan survei," ujar Anis Matta.

Mengenai opini media yang menggiring seolah-olah PKS sedang menentang KPK, Anis mengatakan tidak mau bereaksi secara berlebihan menghadapi masalah tersebut.

"Yang kami laporkan adalah penyitaan yang tidak prosedural dan pernyataan Juru Bicara KPK Johan Budi yang tidak sesuai kenyataan. Kami membela hak-hak publik," katanya.

Menurut Anis, dari rangkaian kejadian yang menimpa PKS belakangan ini jika bertujuan untuk men-downgrade suara PKS di Pemilu 2014, dia yakin tidak akan berhasil.

"Jika targetnya untuk men-downgrade suara PKS di Pemilu 2014 saya yakin hal itu tidak akan berhasil. Keyakinan saya malah sebaliknya, kader PKS malah solid. Karena setiap reaksi ada kadarnya untuk itu tak perlu berlebihan," katanya.

Lebih jauh Anis menjelaskan jika ada orang yang menjelekan dirinya, dia lebih suka menyerakhkannya ke langit. Jika ada yang menganggap di PKS terdapat dua kubu yakni kubu keadilan dan sejahtera, maka orang salah baca tentang hal tersebut. 

DM/pksnongsa.org

HNW: Tak Akan PKS Melawan KPK

09/05/13







    Oleh :
    Hidayat Nur Wahid
    @hnurwahid





1.    Pagi sahabat, Insya Allah fikiran masih sejernih pagi. Mudah-mudahan sahabat bisa jernih menilai kenapa ada kesan PKS melawan KPK

2.    Beberapa hari ini, media menaruh perhatian besar kepada PKS karena isu PKS melawan KPK. Itu tentu karena cinta kepada PKS dan KPK :)

3.    Kesan bahwa PKS Melawan KPK jadi luar biasa karena media menulisnya semacam itu. Padahal, tak ada track record PKS melawan KPK

4.    Sejak dalam rancangan pembuatan UU tentang KPK, Fraksi PKS sangat jelas dukung keberadaan KPK dengan kewenangan yang kuat

5.    Tahun lalu ada hingar bingar usulan revisi UU KPK di DPR, FPKS pun berada di garda terdepan tolak revisi UU itu karena akan membonsai KPK

6.    Sikap kami jelas. Ketika Ust LHI didatangi KPK dan mereka sampaikan surat untuk penahanan, apakah PKS melawan? Tidak!

7.    Untuk Ust LHI yang kami cintai karena Allah saja, PKS tidak lakukan perlawanan, apalagi hanya utk beberapa unit mobil

8.    Kata tim hukum Ust LHI, Pak Zainuddin Paru, waktu itu sekuriti DPP sudah persilakan, tapi minta KPK perlihatkan dulu surat tugas untuk penyitaan

9.    Nyatanya, pihak KPK tak bisa tunjukkan surat penugasan, maka sekuriti persilakan datang Selasa (7/5) pagi dengan bawa surat tugas

10.  Selasa (7/5) sore tim KPK datang lagi, tapi surat tugas tak dibawa, justru bawa surat undangan kepada Ketua Majlis Syuro & Presiden PKS

11.  Ketika kawan-kawan sekuriti lihat tak ada surat tugas, wajar mereka merasa bertanggungjawab untuk amankan barang-barang di lingkungan DPP. Itu tugas mereka

12.  Prinsipnya, tak akan PKS melawan KPK. Silakan ambil mobil-mobil itu. Tapi...

13.  Tapi, supaya tak jadi heboh, apa sih susahnya KPK bawa surat dan secara definitif sebutkan mobil mana yang mau diambil & atas dasar apa?

14.  Saya yakin kalau itu dilakukan, apalagi dengan koordinasi dengan pimpinan partai seperti dulu dilakukan terhadap Ust LHI, tak akan ada masalah

15.  Kata kuncinya, tak benar PKS melawan. PKS cuma ingatkan, mekanisme penegakan hukum harus dibarengi komitmen untuk tegakkan hukum itu sndiri

16.  Jalankan aturan-aturannya, maka PKS akan dukung KPK. Tak akan PKS melawan. Sebagaimana track record PKS yang selalu cinta dan dukung KPK. Sekian


Sumber: https://twitter.com/hnurwahid

Ahmad Fathanah, Kesan Pertama Begitu Menggoda



“Kesan pertama begitu menggoda.”

Itulah tagline sebuah produk parfum yang sangat terkenal belasan tahun lalu.
Memang, kesan pertama akan sangat membekas di hati dan pikiran kita. Soal apakah kesan itu akhirnya terbukti benar atau salah, yang kita percayai tetap kesan pertama.

Inilah ilustrasi yang barangkali cocok untuk menggambarkan kasus Ahmad Fathanah (AF). Sejak awal, media massa memberi KESAN PERTAMA bahwa dia ini orang PKS. 

Hingga hari ini, masih banyak saja haters yang percaya bahwa AF benar-benar orang PKS.
Bahkan ketika istrinya pun sudah menyangkal bahwa AF orang PKS, tetap saja dia dianggap orang PKS.

Bahkan ketika para kader PKS sendiri sudah memberikan klarifikasi, para haters malah berpendapat makin beringas, “Dulu kalian mengeruk kekayaan dari dia. Sekarang kalian mencampakkan dia begitu saja. Dasar partai munafik!”

Dan ketika para “bidadari” AF bermunculan di media massa, para haters tetap menghubung-hubungkan para wanita cantik dan sexy tersebut dengan PKS. Padahal tak ada hubungan sama sekali.

Jadi, sekarang sepertinya sudah tidak penting mana yang benar dan mana yang salah. Masih banyak orang yang lebih percaya pada KESAN PERTAMA.

Ya, kesan pertama memang menggoda. Selanjutnya terserah kita. Percaya atau tidak.
Nah, Anda sendiri bagaimana? Masih percaya kalau AF itu orang PKS?


Penulis:

Hidayat Nurwahid: PKS tidak pernah melawan KPK

Hidayat Nur Wahid

PKS Tambora - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan, partainya tidak pernah melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu buktinya adalah dengan sikap PKS yang menolak adanya revisi UU KPK, beberapa bulan lalu.
“Saat kasus Pak Luthfi Hasan Ishaaq, saat adanya surat, apakah kita melakukan perlawanan? Pak Luthfi saja tak pernah bayangkan adanya pemberitaan seperti ini,” ujar Hidayat di DPR RI kepada wartawan, Rabu (08/05/2013).
Mantan Presiden PKS itu menuturkan, informasi yang dia dapat dari kuasa hukum LHI, saat KPK mau mengambil Mobil LHI, keamanan Kantor PKS minta surat resmi eksekusi. “Security minta surat eksekusi tapi tidak ada. Sekali lagi kita tidak menghalang-halangi, tapi harus menggunakan surat penyegelan barang-barang mana yang diambil,” ungkapnya.
Dia berharap polemik ini segera selesai. Pihaknya akan terus mendukung proses penegakan hukum yang ada di Indonesia. “Tidak ada masalah dalam penegakan hukum. Silahkan laksanakan,” pungkas Hidayat. ■ [lensaindonesia.com/endang]

Cerita Dua Cinta: PKS dan KPK


1.      Kalau butuh cinta untuk tuntaskan masalah besar bangsa ini (korupsi), maka cinta itu adalah PKS dan KPK.

2.      KPK adalah cinta,karena institusi itu ada di hati rakyat Indonesia, menyatu dengan berbagai asa dan harapan.

3.      Serupa itu pula PKS, adalah icon perlawanan korupsi yang dicintai dan disegani masyarakat.

4.      Dua cinta yang harmoni.ada masa-masa indah saat PKS terdepan dalam melaporkan gratifikasi kepada KPK. Dulu, dua cinta itu beriringan

5.      Tapi bukan cinta namanya bila tak dibumbui ujian. Aduhai,sedih nian bila terbayang kriminalisasi mantan ketua KPK, si pemberani.

6.      Sejak saat itu si cinta, KPK, dicoba dinodai, dikontaminasi pihak-pihak yang berkepentingan jahat meski dengan cara tutupi kasus korupsi

7.      Si cinta, KPK, tersusupi pelindung kasus korupsi. Century terombang-ambing. Hambalang diulur-ulur. Rakyat perih hatinya teracuni

8.      Jangan tanya mengapa ada cicak buaya.Itulah ujian cinta.karena itu terucap lagi kata cinta pada, "Cinta Indonesia Cinta KPK"

9.      Si cinta yang satu telah lebih dulu rasakan ujian. Menyusullah cinta yang satu lagi. Aduhai, makin runyam ujian cinta mereka

10.  Dua cinta yang harmoni akan membangun dunia dengan dahsyat. Itu mengapa pembenci tak kan suka melihatnya. Bergulirlah makar

11.  Duhai, alangkah jahat kaum pembenci yang mengadu domba dua cinta. Tapi mau bagaimana, sekali lagi itulah ujian cinta

12.  Ah cinta..kau sebut apa? Tak sampai uang itu ke LHI, tapi kau memperkarai tanpa bukti. Mengapa?

13.  Ah cinta,mengapa tak kau kenali lagi kawanmu? kau tuduh kawanmu bermain kuota impor sapi, izin impor sapi ditutup

14.  Oi cinta, siapa dia pendusta di sampingmu? Ia bilang AF kader PKS padahal bukan. Ia bilang punya surat sita nyatanya tidak

15.  Wahai cinta, siapa mereka yang gelap mata? Dendam kotak sepatu dilampiaskan pada mobil orang yang tak terlibat kasus LHI?

16.  Ah..KPK, dirimu tetaplah entitas cinta. Meski ternoda, tapi selalu ada keinginan untuk menyucikanmu.harus!musti enyah polutan itu

17.  Karena sayang kami, ada janji untuk mengembalikanmu pada jalur kerja yang benar. Kerja pencegahan & pangkas keangkuhan superbody

18.  Btw, pada kerendahan hati lah bersemayam cinta. Superbody hanya lahirkan arogansi. Maaf,harus dipangkas semua ini.

19.  Karena rasa sayang ini,maka kami kabarkan pada dunia bahwa kau KPK, dalam bahaya. Rezim licik menunggangimu, membuat fitnah

20.  Justru karena rasa sayang ini,kemarahan kami tertuju pada polutan yang mencemarimu, KPK. Kaki tangan rezim keji yang menipu rakyat

21.  Dua cinta harus diselamatkan. Jangan diadu domba. KembalikanKPK pada kerja semestinya, bukan biang gosip bayaran 


PKS Sayang KPK

08/05/13


1.       Kami cinta negeri ini

2.       Yang ribet AF yang kena PKS #kriyuk

3.       Kami hanya ingin KPK tetap bermartabat, menjaga integritas hukum saat bertindak

4.       Juga tidak tebang pilih dalam menangani berbagai kasus korupsi

5.       Pernahkah PKS menghalangi kalian mengusut, wahai KPK?

6.       Meskipun rongronganmu membingungkan, tak teratur, dan berantakan, namun kami hormat

7.       Karena kau lahir dari cita-cita untuk kembali memuliakan Indonesia

8.       Kami tau betapa korupsi sudah mengakar kuat, meregang urat, dan meruntuhkan martabat

9.       Lalu kita semua bersama, melahirkan cita untuk kembali bersihnya Indonesia

10.   Kami hadir untuk membersamaimu, tapi memang, ada yang tidak suka dengan kemesraan kita

11.   Ada yang khawatir dengan akan terbitnya kebenaran. Namun apakah lalu kau pun terbawa, wahai KPK?

12.   Apakah cita kita hancur hanya karena ketakutanmu pada dunia, pada TIRANI yang tengah berkuasa?

13.   Biarkan mereka mendidih melihat kemesraan kita, kemesraan untuk kembali kepada mulianya bangsa kita,

14.   Bangsa yang merdeka dengan cucuran keringat dan darah rakyatnya, bukan hadiah dari negeri-negeri penjajah. Apakah kau lupakan itu?!

15.   Apa yang kalian lakukan pada kami, tak kan pernah suruntukan #CINTA kami untuk Indonesia

16.   Apa yang kalian tuduhkan pada kami, takkan melemahkan #KERJA kami

17.   Dan apa yang kami inginkan adalah kembalinya #HARMONI kita bersama, wahai KPK

18.   Kami titipkan ustadz trcinta kami pada kalian. Jadilah kalian manusia yang memanusiakan karena kami yakin hati kalian masih menyala

19.   KPK, buanglah ketakutanmu! Habisi kepengecutanmu, dan kembalilah tegak menatap mentari bersama kami!!

20.   Satu hal, #CINTA kami pd bangsa ini telah mengharu biru dalam dekapan hangat tak berbatas. Akankah kau dustai?

21.   KPK, dengarlah nasihat sederhana ini, dari hati nurani rakyatmu sendiri. Hingga kelak kita kan berkumpul kembali

22.   PKS dan KPK kita akan berjalan bersama, menuju Indonesia Adil dan Sejahtera

23.   Kami akan senantiasa menghormati hukum yang berlaku. Pun kalian, lakukanlah hal serupa

24.   Sekian. 


Arogansi KPK, Segel Mobil Partai dan Kader PKS Tanpa Surat Penyitaan

07/05/13

Zainuddin Paru
PKS Tambora - Kader PKS tidak pernah menghalangi upaya petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyita mobil milik Luthfi Hasan Ishaaq. Yang menjadi persoalan ketika petugas keamanan kantor PKS menanyakan surat penyitaan, petugas KPK yang datang, Senin (6/5) malam  tidak bisa menunjukkan surat tersebut. 

“Mereka hanya mengatakan nanti menyusul,” kata Zainuddin Paru, kuasa hukum LHI, Selasa (7/5) di Jakarta.

Persoalan lainnya, kata Zainuddin, tidak semua mobil yang akan di sita milik LHI. “Ada mobil partai, dan milik kader PKS lainnya,” imbuh Zainuddin.

Zainuddin mengemukakan, ada dua hal yang menjadi keberatan tim hukum LHI. Pertama, KPK datang untuk menyita tanpa membawa surat penyitaan, sehingga petugas tidak tahu mobil mana saja yang ingin di sita.

Kedua, tidak semua mobil yang akan di sita milik LHI.

“Jadi ada prosedur yang tidak dipenuhi KPK, sehingga wajar jika petugas pengamanan menanyakan surat-surat itu,” katanya.
 


Terkait pengempesan ban mobil yang akan di sita KPK, Zainuddin menyatakan, pengempesan itu justru untuk mencegah agar mobil tersebut tidak dibawa keluar oleh pemiliknya. Karena hal itu justru akan menimbulkan delik baru.

Dan pengempesan dilakukan ketika petugas KPK sudah meninggalkan area kantor DPP PKS.

“Karena para pemilik mobil tersebut tidak terima mobilnya disita, sehingga mereka ingin membawa keluar.  Ketika berkonsultasi dengan saya, saya melarangnya,” tegas Zainuddin.

Menurut Zainuddin, dari enam mobil yang diberi KPK Line, hanya dua mobil yang milik LHI, yaitu Mazda putih dan Pajero hitam. Sisanya milik partai dan kader PKS. ■ islamedia

Kartini, Bukan Pejuang Emansipasi

21/04/13

Oleh: Anis Byarwati 
Penasihat Rumah Keluarga Indonesia



Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari RA. Kartini. Seorang perempuan kelahiran Jepara yang dikenal sebagai tokoh emansipasi perempuan, tokoh yang dianggap memperjuangkan kesetaraan gender. Tapi benarkah demikian?

Buah pikiran dan perjuangan Kartini terhadap perlunya pendidikan bagi perempuan, sesungguhnya bukan untuk kesetaraan gender, bukan untuk emansipasi, tetapi agar perempuan memiliki bekal yang layak untuk menjalankan kewajibannya, yaitu sebagai ibu generasi, sebagai pendidik pertama anak-anaknya.

Pendapat tersebut didasari dari ungkapan pikiran RA. Kartini yang ditulis pada masa hidupnya. “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”. Demikian surat RA. Kartini kepada Prof. Anton dan istrinya pada 4 Oktober 1902.

Dalam tulisan lain pada tahun berikutnya, 1903, Kartini juga mengungkapkan, “Sekolah-sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih-lebih dari rumahlah kekuatan mendidik itu harus berasal”.

Oleh karena itu, seharusnya Kartini tidak lagi disebut sebagai pejuang emansipasi perempuan yang menginginkan adanya kesetaraan hak dan kewajiban yang sama antara perempuan dan laki-laki, tetapi disebut sebagai pejuang pendidikan perempuan yang menginginkan agar perempuan memiiki pendidikan yang layak, pendidikan yang memberikan bekal budi pekerti dan menjadikan perempuan sebagai ibu dan pendidik yang cerdas serta terampil dalam menjalankan kewajibannya.

Apa yang dilakukan Kartini pada masa itu, sesungguhnya selaras dengan perjuangan perempuan saat ini. Kartini pada saat itu menyadari bahwa perempuan adalah kunci peradaban dan memiliki peran besar dalam pendidikan bagi anak-anak.

Sedangkan perempuan saat ini memperjuangkan agar keluarga Indonesia menjadi keluarga berkualitas karena keluarga berkualitas adalah pilar peradaban bangsa. Perempuan menyadari bahwa berbicara tentang keluarga berkualitas tidak dapat dilepaskan dari upaya memberikan bekal pendidikan yang mumpuni bagi perempuan dengan tidak melupakan upaya untuk menghadirkan sosok laki-laki atau ayah dalam mendidik anak-anak dan membangun keluarganya. []



Sumber : https://www.facebook.com/anis.byarwati

Menyikapi Sinetron yang Berbau SARA

11/04/13


oleh Bayu Prioko | @bayprio


Sejak kemaren, denger laporan dari teman-teman, bahwa sinetron sekarang menempatkan Islam sebagai “tersangka” kejelekan. Gak suka sinetron, tapi akhirnya tadi saya sempatkan nonton Haji Medit di SCTV, agar bisa lihat sendiri. Asli saya risau dan malu. Saya juga pernah nonton Islam KTP, Haji Muhidin, Ustad Fotocopy. Saya pun malu menontonnya. Di sinetron itu, Islam digambarkan kejam, jahil, bodoh, tamak, kikir dan sifat tercela lainya. Saya sempat berfikir, apakah ada agenda TV tertentu merendahkan agama mayoritas negeri ini?. 

Saya sebagai Muslim jelas risau, tidak suka, kecewa dengan sinetron SARA yang ditayangkan. Jauh dari nilai Islam yang sesungguhnya. Dulu juga pernah ada sinetron tentang Pesantren Rock, dicitrakan pesantren tempat pacaran.  Dulu, pernah dilarang tampilan Ustad/Kyai yang dikesankan hanya sebagai pengusir setan.

Fungsi kyai dan ustad hanya sebatas dipanggil untuk melawan makhluk halus. Padahal ulama penerus risalah para nabi.  Sinetron sekarang, jauh dari unsur pendidikan, justru bertentangan dengan akhlak terpuji.  Sekarang muncul lagi  sinetron dengan simbol-simbol Islam tapi kelakuanya jahiliyah. Bernama Haji Medit. KPI Pusat mana nih?

Medit itu sama dengan kikir, pelit, tidak suka berbagi, yang artinya jauh dari akhlak terpuji. Sinetron jaman sekarang bawa istilah-istilah Islam. Kalo ada jeleknya, Islam yang kena cap jelek. Apa sutradaranya gak mikir? Ustad, Haji, Kyai adalah simbol Islam, yang dihormati, karena guru dan pendakwah. Bukan simbol agama lain. 

Saat ini ada skenario TV untuk memfitnah Ustad atau Haji. Seakan-akan yang dapat gelar ustad atau haji adalah nista. Justru secara tidak sadar saat ini, yang dijelek-jelekkan sinetron SARA bukan Ustad/Haji, tapi ISLAM.

Setelah Islam KTP yang menggambarkan si Madit sebagai haji yang kikir dan pelit dan suka menghina. Citra Islam jadi jelek. Sinetron SARA tentang Haji Muhidin yang akhlaknya tidak terpuji, sombong, tamak. Menggambarkan Islam seolah-olah mengajarkan begitu. Apa manfaat sinetron SARA Ustad Fotocopy?. Saya lihat aneh, itu bukan karakteristik ustad. Ustad/guru agama tidak untuk becandaan.

Bagaimana reaksi KPI Pusat jika ada sinetron dengan cerita Pendeta atau biksu yang jahat, antagonis dan bodoh?  Bagaimana reaksi KPI Pusat, jika ada sinetron dengan cerita Pendeta atau biksu pelit dan melecehkan agamanya?  Saat ini ada sinetron SARA, menggambarkan Ustad/Haji (umat Islam) seolah-olah bodoh, kikir, jahil, tidak beradab. 

Kenapa sinetron sekarang menceritakan simbol-simbol Islam seperti, haji dan ustad yang bodoh, tamak, jahat, pelit. Any Agenda? Kenapa sinetron sekarang melecehkan simbol-simbol Islam. Di gambarkan Islam itu rendah, tak berakhlak, kuno dan jahiliyah? Sinetron sekarang menghina apa?. Kenapa tokoh antagonis yang jahat dan berpenyakit hati selalu diperankan oleh “ustad” / “haji”?  

Wajar jika banyak yang menyangka kalau ada agenda terselubung, misi untuk “downgrade” simbol Islam. Lihat pengambilan judul-judulnya. Tukang Bubur Naik Haji, Ustad Fotocopy, Haji Medit, semua sinetron ini membuat tokoh seorang Haji, namun diluar figur islami. 

Paradigma SARA harus segera di ganti, banyak cerita lain yang membuat orang tertarik menontonnya.

Sorry.  Mohon maaf kepada para produser, ulama adalah pewaris para nabi, dan Haji identik dengan tokoh Islam, jangan nistakan. Terimakasih.


sumber : kultwit oleh @bayprio

Tubagus: Ini Strategi PKS Menang di Jakarta

09/04/13

Tubagus Arif

JAKARTA – Persaingan 12 partai politik untuk meraih kursi DPR, DPRD, dan DPD mengharuskan pengurus dan kader partai memutar otak. Dengan demikian, masing-masing partai politik (parpol) memiliki strateginya yang berbeda-beda. Hari ini Ketua Tim Pemenangan PKS Jakarta, Tubagus Arif memaparkan strategi pemenangan PKS di Jakarta.
Strategi baru itu menjadi unggulan dalam pemenangan pemilu 2014 mendatang. Strategi baru ini sudah mulai direalisasikan, yakni 50 ribu simpul kemenangan.
Simpul kemenangan PKS ini berbentuk pendidikan kepada 50 ribu orang yag direkrut untuk mengawasi, melaporkan dan membantu PKS dalam menjalanan proses pemenangan pemilu.
“Simpul kemenangan akan membantu PKS dalam memenangkan pemilu 2014,” ujar Tubagus Arif sebagai Ketua Tim Pemenangan PKS DKI Jakarta dalam jumpa pers di Restoran Sate Senayan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (8/4/2013).
Bukti legalitas tim simpul kemenangan itu diberi kartu namanya ‘Kartu Simpul Kemenangan’. Kata Tubagus, kerja tim simpul kemenangan itu yakni mengawasi, melaporkan, dan membantu program-program PKS untuk masyarakat.
Selain itu, tim simpul kemenangan juga akan bekerja hingga lima tahun setelah pemilu itu digelar. “Kerja tim simpul kemenangan akan bekerja full lima tahun ke depan,” katanya.
Di dalam kartu simpul kemenangan, kata Tubagus, terdapat fasilitas asuransi bagi pemegangnya. Nominalnya disesuaikan dengan kondisi. Bila pemegang kartu itu kecelakaan dan meninggal, maka akan mendapatkan Rp 2 juta. Kalau hanya kecelakaan berat saja, akan mendapatkan Rp 1,5 juta, sedangkan kondisi sakit, akan mendapatkan Rp 300 ribu. Dalam perolehannya bisa digunakan dua kali dalam setahun.
Tujuan pemberian asuransi itu, kata Tubagus, agar tim simpul kemenangan itu tetap bisa bekerja untuk masyarakat. ■ suara jakarta

“Hadirnya ‘Cinta’ Dalam Berpolitik Atau ‘Bercinta’ Dengan Politik?”

08/04/13


Tentang bunga dan cinta. Ini dari pidato kebangsaan presiden Anis Matta Lombok. Presiden Anis Matta telah menulis banyak tentang cinta. Dan kini ia ingin membawanya ke dalam politik. Orang-orang bertanya, apakah cinta mungkin dibawa ke dalam politik kita sekarang ini? Justru karena keadaan kita seperti itu di mana politik menjadi permainan yang berbahaya, cinta harus hadir. Justru karena politik semakin keras dan kejam maka cinta harus hadir. Justru karena kekuasaan semakin mendominasi makna politik maka cinta harus melembutkannya.

PKS harus meyakini bahwa cinta adalah bahasa universal yang dibawa oleh Wali Songo berabad lalu. Dan cinta inilah yang akan menyatukan bangsa ini kembali dalam optimisme. Dan cinta inilah yang akan membuat setiap kuncup bunga menjadi mekar seperti kata Anis Matta. Maka kita memerlukan pemimpin bagi perubahan politik kita yang kejam akar terbawa cinta.

Seseorang yang dadanya lapang dan hatinya luas seluas matahari. Seseorang yang pikirannya akan menegakkan akal sehat dan keadilan yang hakiki bagi kita semuanya. Seseorang yang akan menggunakan kekuasaan untuk melayani setiap orang seperti tukang bunga yang menyiram air kepada tiap tanaman.

Kau yang akan meniupkan kuncup agar bunganya mekar. Yang membawa senyum bagi rakyat. Yang menyembuhkan luka dan membawa harapan. Dan taman Indonesia ini akan indah untuk dilihat dan ditinggali, demikian presiden Anis Matta. []


Dari Kultwit @FahriHamzah
sumber : www.portal-gorontalo.com

Berlakulah Adil dalam Mencintai dan Membenci PKS


Oleh : Amrullah Aviv | Kompasiana


Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda. Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.

Hati saya mengatakan bahwa Saya Cinta Sama PKS, dan Hati saya juga mengatakan bahwa Saya Cinta dengan Para Pemimpin di PKS, dan Hati saya juga mengatakan bahwa Saya Cinta dengan Seluruh Kader PKS di Seantero Dunia.
PKS  bukanlah tujuan. PKS hanyalah sarana dari  banyak sarana Dakwah yang ada. Cinta Abadi kita adalah pada tujuan kita, Allah, Tuhan Semesta Alam. Cinta kepada Tuhan adalah Cinta yang harus luar biasa, bukan yang biasa-biasa saja, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam bersabda:
“Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.” (HR. Bukhari , Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah).
Maka bagi yang cinta pada PKS, cintailah dengan sewajarnya dan biasa saja, dan cintailah tujuannya dengan cinta yang luar biasa. Begitu juga kepada kawan-kawan yang benci dengan PKS, bencilah dengan sewajarnya dan biasa saja, jangan sampai kebencian itu menghilangkan rasionalisasi dan keadilan.
Cinta dan benci yang berlebihan tidaklah baik. Sikap yang terbaik bagi sesama insan adalah sewajarnya, sederhana saja. Islam mengajarkan kepada kita untuk tak berlebihan dalam segala hal. Termasuk dalam mencintai dan membenci seseorang atau sesuatu.
Orang yang cinta dan benci secara berlebihan sulit bersikap adil. Jika orang yang dicintainya secara berlebihan berbuat salah kita menganggapnya tetap benar. Sebaliknya jika orang yang dibencinya berlebihan berbuat kebaikan kita tetap menganggapnya sebuah kesalahan. Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengingatkan kita untuk bersikap adil dalam menilai seseorang.
Bagi yang Cinta PKS, maka Adillah. Bagi yang Benci  PKS, maka Adillah.

Anis Matta: Berpolitiklah Dengan Cinta

07/04/13

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta terus melakukan kunjungan konsolidasi ke berbagai wilayah di Indonesia. Saat memberikan orasi di depan ribuan kader PKS di Nusa Tenggara Barat (NTB), Anis mengingatkan agar selalu berpolitik dengan landasan cinta.

"Politik menjadi lebih manfaat, lebih adil dan lebih indah dengan cinta. Kata Jalaluddin Rumi, jika ada cinta dalam hatimu, pasti ada cinta pada yang lain," ujar Anis.

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Ceramah Kebangsaan di hadapan 3.000 kader dan masyarakat di Hotel Lombok Raya, NTB, Minggu (7/4/2013).

Kehadiran Anis Matta beserta jajaran DPP PKS dalam rangka konsolidasi untuk pemenangan Pilgub NTB 2013. Hadir dalam acara ini wakil tokoh masyarakat Sasak Muslim, para Tuan Guru, tokoh masyarakat, pengurus DPRa, DPC, DPD dan DPW se NTB dan seluruh kader serta simpatisan.

Menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, beda politik dengan cinta adalah terletak pada tujuan berbagi dan berkontribusi. Tapi politik tanpa cinta sebaliknya ingin mengambil hak lain dan memproteksi kepentingan sendiri. Republik ini cukup untuk semua manusia yang lahir di sini. Jika tidak cukup selalu karena ada faktor kezaliman.

"Jadikan politik jalan etika dan jalan amal untuk menunjukkan keindahan Islam melalui politik. Dengan kerja, dengan cinta dan dengan harmoni," cetus Anis.

"Politik dengan cinta itu menumbuhkan, mengindahkan dan memekarkan. Kata Iqbal (penyair muslim), jika kau tiupkan nafas cintamu, maka kuncupmu mekar jadi bunga," pungkas Anis. ■ pks.or.id

'PKS tak Ada Tradisi Rangkap Jabatan'

05/04/13

Mustafa Kamal

JAKARTA - Ketua Fraksi DPR PKS, Mustafa Kamal mengungkapkan, larangan rangkap jabatan bagi pejabat negara terpilih sudah menjadi tradisi PKS. Setidaknya, ini diterapkan pada tiga kader partai yang saat ini duduk di kementerian menjadi pembantu presiden. 
Bagi partainya presiden sebaiknya tidak merangkap jabatan dengan partai politik. Pasalnya, tradisi itu saja sudah diterapkan bagi kader yang menjadi menteri. Apalagi presiden yang merupakan kepala negara yang harus memiliki banyak keleluasaan. 
''Saya senang bila yang menjadi tradisi PKS diapresasi dan malah mau dilakukan lebih luas. Sebenarnya kita sudah usulkan sejak UU Kementerian ngara yang jadi dasar kementerian. Sayang waktu itu kita tak didukung, kalah suara,'' ujar Mustafa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/5). 
Sementara itu, Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq mengaku setuju dengan usulan presiden terpilih harus melepas jabatannya di partai politik. Alasannya, untuk menghindari konflik kepentingan dan terjadi optimalisasi tugas. 
''Saya kira ketika pimpinan parpol ketumnya duduk di pemerintahan, jadi menteri, presiden dan wakil presiden sebaiknya meninggalkan jabatannya,'' katanya.
Tak hanya presiden, namun juga hal itu sebaiknya diterpakan juga di level kementerian. Sehingga kinerjanya menjadi optimal. ■ republika.co.id


PKS Tambora

Kabar PKS

 
© Copyright PKS Tambora 2011-2014 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com .