NEWS UPDATE :
Assalamu'alaikum,..sahabat. Terima kasih atas kunjungannya di blog media PKS Tambora. Semoga apa yang disajikan disini bermanfaat untuk anda, dan juga jalinan ukhuwah ini berkelanjutan... ■ Kabar Gembira! Kini sudah dibuka Pendaftaran Anggota Baru PKS untuk Anda, Silakan hubungi Pengurus Cabang ataupun Pengurus Ranting di kelurahan masing-masing ■ Do'akan agar PKS Terus Bekerja Untuk Indonesia ■ dengan Cinta. semangat Kerja. hadirkan Harmoni. ■ Apapun Yang Terjadi Kita Tetap Melayani #AYTKTM ■ PKS Selalu Dekat dan Melayani ■ Kobarkan Semangat Indonesia ■ Jangan lupa, 9 April 2014, pilih dan coblos PKS nomor TIGA ■ Admin menerima tulisan dari pembaca berupa tausiah, nasehat, opini, hikmah, inspirasi, resensi, motivasi, info kegiatan, acara, profil tokoh, dengan cara mengirimkannya ke alamat email: media.tambora@gmail.com ■ Terima Kasih

KABAR PKS TERKINI

« »

LIPUTAN

MOTIVASI

OASE

CATATAN MEDIA

POSTINGAN TERBARU:

Semangat Caleg Perempuan PKS

31/03/14

PKS Tambora - Hari-hari belakangan ini semua media sedang ramai membicarakan dan menuliskan tentang Pemilu yang sebentar lagi akan dimulai 9 April mendatang. Tak terkecuali tentang kampanye dari para kontestan peserta pemilu itu sendiri. Tahun ini sebanyak 15 partai politik akan bertanding untuk meraih dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat untuk bisa memperoleh kemenangan di negeri ini. 

Maka, tak heran hampir 24 jam setiap harinya kita semua disuguhkan dengan berita-berita atau tulisan-tulisan tentang kampanya para partai politik tersebut. Baik lewat media elektronik, cetak, hingga dunia maya (baca: internet).

Tentu semua tahu, tidak sedikit atau tidak kecil mengenai anggaran dari para partai politik tersebut, termasuk para calegnya, untuk bisa meraup suara rakyat agar bisa partainya memenangi pertandingan lima tahunan ini. Untuk biaya sosialisasi seorang calon anggota dewan (CAD) lewat media massa tentu butuh ratusan juta, bahkan bisa lebih. Tidak sedikit dari para CAD tersebut mesti merogoh kocek sakunya lebih dalam alias siap mengeluarkan dana yang cukup besar.

Jika seorang CAD itu mempunyai anggaran lebih, itu tidak jadi soal. Lantas bagaimana dengan para CAD yang memiliki anggaran minim dan terbatas untuk mensosialisasikan dirinya ke masyarakat? Mungkin ada yang sekedarnya saja caranya tanpa ada peliputan media ataupun dengan publikasi yang sederhana.

Begitulah dengan salah satu CAD yang satu ini. Boleh dibilang CAD ini tak memiliki anggaran yang mencukupi untuk bisa mengikuti pertandingan lima tahunan ini. Adalah Ibu Ayu Israfia, seorang CAD yang dicalonkan oleh PKS ini tidak merasa putus semangat untuk terus bisa mengikuti jalannya pertandingan ini meski hanya dengan dana yang terbatas. Dari keterbatasannya, justru ibu Ayu Israfia ini memiliki semangat yang luar biasa. Semangatnya meng-Indonesia, seperti slogannya PKS 'Kobarkan Semangat Indonesia.' Sangat besar dan kuat semangat yang dimiliki CAD dari dapil 9 (Tambora, Kalideres, dan Cengkareng) nomor urut 9 ini.

Sejak diamanahkan oleh PKS untuk maju dalam pemilu tahun ini, hari-harinya sudah disibukkan dengan beragam aktifitas kemasyarakatan. Baik bersilaturahim dari rumah ke rumah, beragam kunjungan ke daerah pemilihan, ataupun menghadiri berbagai acara-acara yang diadakan oleh partai dan masyarakat untuk memperkenalkan diri bahwa ia diamanahkan untuk maju mewakili kaum perempuan di Jakarta nantinya.

Perempuan asal Tambora ini siap maju dan mensukseskan agenda PKS agar bisa lolos dan masuk menjadi wakil perempuan di anggota legislatif pada April 2014 mendatang. Dengan semangat yang ada pada dirinya dan keterbatasan finansial yang dimilikinya, bukan jadi halangan untuk bisa berkontribusi dalam arena sosialisasi ditengah-tengah masyarakat. 

Ini terbukti dengan padatnya waktu dan membutuhkan semangat yang kuat untuk bisa bertemu dengan masyarakat. Berikut adalah gambaran aktifitas ibu Ayu Israfia dalam mensosialisasikan dirinya yang terekam kamera. Meski tidak masuk dalam jajaran media mainstream yang ada seperti para CAD lainnya, namun itu tak mengurangi semangatnya untuk berkontribusi dalam meraih suara dari masyarakat dibilik suara 9 April nanti. [] 



Terjun langsung dalam pelayanan kesehatan

Menemui warga saat yankes keliling

Terjun langsung dalam pelayanan kesehatan

Mengecek tensi seorang warga

Sosialisasikan cara pencoblosan yang sah dan benar

Saat mengecek gula darah seorang ibu

Kampanye Simpatik dengan masyarakat

Saat mengecek gula darah seorang warga

Sosialisasikan cara pencoblosan yang sah dan benar

Memeriksakan gula darah seorang nenek

Sosialisasikan cara pencoblosan kepada warga

Sosialisasikan cara pencoblosan disudut gang

Bersama warga siap dukung PKS

Tiga untuk PKS bersama seorang nenek

Sosialisasikan cara pencoblosan dirumah warga

Warga menyimak cara pencoblosan yang sah dan benar

Sosialisasikan ke warga cara pencoblosan 

Kunjungi warga sosialisasikan cara coblos dikertas suara





Narman Syah, Berani Berjuang Untuk Jakarta

11/02/14

PKS Tambora - Melihat kondisi masyarakat Jakarta belum sejahtera secara merata, maka yang selalu terbayang adalah bagaimana mencari solusi untuk mengatasi satu diantara begitu banyak masalah di Ibukota Republik ini. Solusi untuk Jakarta, itulah yang selalu dipikirkan Narman Syah, pemuda kelahiran Jakarta 4 Juli 1975 ini. Narman Syah yang tinggal di Kampung Jawa, Kebon Sayur, Tamansari, begitu mengerti bagaimana kondisi warga Jakarta yang terdiri dari berbagai latar belakang.

Salah satu masalah lainnya di masyarakat adalah ketika hampir setiap malam ditemuinya anak-anak muda yang biasa nongkrong di jalan atau gang sempit tanpa ada aktifitas positif.  “Saya bermimpi kedepan anak-anak muda inilah yang akan membawa perubahan bagi keluarga dan lingkungannya jika terus berusaha dan belajar,” ujar Narman Syah yang bermula sekolah di SD Islam Al-Muttaqien dan selanjutnya di SDN Keagungan 01 Jakarta hingga tamat.

Selesai pendidikan dasarnya, Narman Syah melanjutkan ke SMP Negeri 54 Jakarta dan selanjutnya SMA Negeri 17 Jakarta. Saat kuliah, Narman Syah memilih Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, dan lulus di awal tahun 1997. Setelah lulus dari UI, Narman Syah sempat bekerja di HSBC hampir 15 tahun dan akhirnya memutuskan mengundurkan diri pada tahun 2012 agar fokus menjadi wirausaha. “Saya ingin mandiri dalam waktu, maka keputusan menjadi wirausaha yang saya ambil,” ungkapnya ketika mengenang proses pengunduran diri dari HSBC.

Narman Syah juga sangat aktif berkecimpung dalam beberapa kegiatan kemasyarakatan di bidang sosial dan keagamaan serta beberapa kali dipercaya menjadi ketua di berbagai organisasi. Selain tergabung dalam kegiatan keagamaan yang sering di amanahi sebagai ketua masjid, Narman Syah juga tergabung dalam kegiatan sosial hingga diamanahkan menjadi Ketua Yayasan Bina Ukhuwah sejak tahun 2002.

Berdasarkan kondisi warga Jakarta yang belum sejahtera, terutama warga di Kecamatan Tambora, Cengkareng dan Kalideres, maka dengan semangat Sejahtera untuk Semua, Narman Syah siap menjadi calon anggota legislatif (Caleg) DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 10 (sepuluh), untuk daerah pemilihan DKI Jakarta 9 (Tambora, Cengkareng dan Kalideres).

“Semua caleg di PKS memang tidak ada yang mencalonkan diri, tapi diminta pengurus PKS untuk memperbaiki negeri ini. Jika kepercayaan oleh rakyat benar diamanahkan ke saya, Insya Allah saya siap mewakafkan diri untuk kepentingan rakyat,” tutur Narman Syah dengan mata yang berkaca penuh optimis dan ketulusan hati.

Pengalaman selama mengikuti berbagai organisasi sejak kuliah dan aktif di masyarakat telah membentuk karakter Narman Syah yang Berani, Santun dan Melayani.

Visi itu memantapkan Narmansyah maju sebagai kandidat Wakil Rakyat, dengan Misi utama menjalankan tugas Legislasi, Penganggaran dan Pengawasan sebaik-baiknya. Disamping itu, Misi khusus yang akan dikedepankan adalah sebagai Sumber Informasi, Penyerap dan Penyampai Aspirasi, Pendamping dan Pembela yang Lemah (Advokasi)bagi warga Jakarta.


Terakhir Narman Syah mengingatkan bahwa perubahan ada di tangan kita dan Pemilu adalah salah satu sarana perubahan. Jangan berharap hasil yang beda dengan cara (pilihan) yang sama, KINI SAATNYA KITA BERUBAH. []

Warga: Terima Kasih PKS, Kami Tetap Percaya

20/01/14

PKS Tambora - "Kami tetap percaya PKS...!", suara keras itu lantang dilontarkan oleh bapak Suryadi yang juga seorang Ketua RT 007/02  kelurahan Krendang, Tambora Jakarta Barat kepada ketua DPRa PKS Krendang bapak Solehan, BKO Kepanduan Krendang bapak Sarun dan kader PKS lainnya yang hadir malam itu. Pak RT tersebut tidak sendirian saat menyatakan statement itu, dibelakangnya ada banyak warga yang ikut meneriakkan suara yang sama disaat para warga berkumpul dan bersilaturahim dalam rangka tasyakuran atas terealisasinya fasilitas penerangan untuk rumah-rumah mereka. "Kami tetap percaya PKS...!", ujar warga dengan kompak malam itu.

Ahad 19 Januari 2014 menjadi momen yang berharga bagi warga di lingkungan RT 007 ini. Pasalnya, sudah sekian lama, pasca musibah kebakaran yang terjadi pada bulan April tahun lalu ditempat ini, fasilitas penerangan bagi warga setempat belum juga ditanggapi oleh pihak PLN. Dan kejadian ini sudah berlangsung hampir 6 (enam) bulan lamanya sejak terjadinya musibah kebakaran itu.

Akhirnya, setelah 6 bulan berlalu, pihak PLN mulai merespon keluhan para warga ini dengan merealisasikan untuk dipasangkan kembali apa yang menjadi hak warga tersebut, yakni fasilitas penerangan dirumahnya masing-masing. Tentunya hal ini berkat kerjasama antara pengurus RT, warga setempat dan kader PKS yang ada di kelurahan Krendang. Warga dan RT setempat meminta bantuan kepada para kader PKS untuk bisa menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka kepada pihak terkait agar keinginan mereka untuk mendapatkan fasilitas penerangan itu terwujud.

Mendapat amanah dan kepercayaan dari masyarakat tersebut, para kader langsung bergerak cepat untuk membuat tim advokasi untuk warga. Lalu kader PKS pun menghubungi salahsatu anggota dewannya yang ada di komisi VII DPR-RI yang membidangi energi, yaitu bapak Achmad Rilyadi, SE, MT, saat itu (1/10/13). Bersama warga, Pak RT, dan anggota dewan tersebut mendatangi pihak PLN. Alhamdulillah, akhirnya berhasil dan tercapai kesepakatan dan warga pun senang bisa mendapatkan kembali haknya untuk mendapatkan penerangan dirumahnya. Maka dibulan Desember 2013 kemarin warga sudah bisa menikmati fasilitas penerangan tersebut.

Tidak ingin melupakan atas jasanya itu, warga pun berinisiatif mengadakan tasyakuran atas terealisasikannya keluhan dan aspirasi mereka bersama PKS. Warga pun mengundang bang Irel, sapaan akrab bapak Achmad Rilyadi, guna duduk bersama mereka untuk meluapkan rasa syukurnya karena telah dibantu advokasi proses mendapatkan kembali fasilitas penerangan dengan pihak terkait malam itu (Ahad 19/1)

Ditengah guyuran hujan yang deras, alhamdulillah bang Irel yang kini dicalonkan kembali oleh PKS sebagai calon anggota legislatif untuk DPR-RI daerah pemilihan III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu) nomor urut 1 (satu) bisa menyempatkan diri duduk bersama warga untuk acara tasyakuran ini. Hadir dalam acara ini juga ustadz Syairuddin. Dalam penutup doanya, beliau mendo'akan semoga anggota dewan dari PKS nanti bertambah banyak hingga bisa lebih maksimal lagi dalam melayani masyarakat. "Terima kasih PKS, kami tetap percaya...", ujarnya.



Caleg Ini Siap Berjuang Untuk Jakarta

08/01/14

PKS Tambora - Partai politik peserta pemilu bernomor urut 3 (tiga) ini akan memajukan calon-calon dari kader terbaiknya untuk menduduki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki nomor urut tersebut akan terus bekerja cerdas untuk bisa memasukkan kembali para kadernya di lembaga terhormat itu dalam perhelatan pemilu tahun 2014 agar makin besar kebaikan yang bisa dirasakan oleh masyarakat dan tetap maksimal dalam melayani warga ibukota.

PKS DKI Jakarta telah menetapkan calon para kadernya yang akan mengisi kursi DPRD itu lewat mekanisme yang telah ditetapkan. Alhasil, 10 (sepuluh) daerah pemilihan yang telah ditetapkan oleh KPU DKI Jakarta bisa terisi semua oleh kader-kader pilihan dari PKS sebanyak 101 orang.

Diantaranya ada kader PKS yang masuk di daerah pemilihan (dapil) 9 berasal dari kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Dapil ini meliputi tiga kecamatan yang ada, seperti: Tambora, Kalideres, dan Cengkareng.

Adalah Narman Syah S.H., yang dicalonkan oleh PKS DKI Jakarta untuk maju dalam pemilihan legislatif (pileg) nanti yang akan mewakili wakil di dapil 9 ini. Narman Syah, kader PKS asal Tambora ini maju dalam pileg 2014 bernomor urut ke-10 (sepuluh) dari 12 (dua belas) calon yang diajukan PKS DKI Jakarta di KPU Jakarta.

Pria kelahiran Jakarta tahun 1975 ini tengah bersiap mengikuti perhelatan pemilu yang akan diadakan bulan April mendatang. Narman Syah maju sebagai CAD DPRD DKI mewakili dapil 9 dengan membawa misi utamanya sebagai Legislasi, Penganggaran, dan Pengawasan. Adapun misi khususnya untuk senantiasa Informatif, Aspiratif, dan Advokatif.

"Berani, Santun dan Melayani" menjadi tagline yang beliau usung dalam pemilu tahun ini. Baginya, tagline ini menjadi inspirasi untuk selalu dekat dengan masyarakat dan tetap menjaga keharmonisan dalam setiap berinteraksi dengan siapapun. Pria yang murah senyum ini adalah lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1997) ini telah menikah dengan Eka Yanuarti dan sudah dikaruniai 3 (tiga) orang anak laki-laki.

Narman Syah, begitu sapaan akrabnya juga memiliki motto yang menjadi pemicu dan semangat dalam menjalani hidup yaitu, "Jangan berharap hasil yang beda dengan cara yang sama," ujarnya. Dan ia juga menyatakan siap berjuang untuk Jakarta.

Bagi masyarakat ingin kenal lebih dalam dengan caleg PKS asal Tambora ini bisa mengaksesnya/tambah pertemanan lewat sosial media seperti di Facebook dengan nama Narman Syah,  atau memfollow twitternya dengan nama akun @Narmansyah, atau bisa juga mengirimkan surat elektronik (e-mail) ditujukan ke alamat : syahnarman@gmail.com


Berikut informasi singkat mengenai Narman Syah, SH caleg PKS dari Tambora :

ANAK
1. Saiful Fathan Mubarak
2. Muhammad Fatih
3. Fauzul Muttaqin

ALAMAT
Jl. Kp. Jawa Kb. Sayur III No. 39
RT. 006/RW. 010. Kel. Keagungan
Kec. Taman Sari, Jakarta Barat 
Provinsi DKI Jakarta

RIWAYAT PENDIDIKAN
a. SDI Al Muttaqien 1980 - 1983
b. SDN Keagungan 01 Pagi 1983 - 1986
c. SMP Negeri 54 Jakarta 1986 – 1989
d. SMA Negeri 17 Jakarta 1989 – 1992
e. Fakultas Hukum Universitas Indonesia 1992 - 1997

KURSUS/DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI
a. BSMR ( Badan Sertifikasi Manajemen Risiko ) 2010
b. ILP 2011

RIWAYAT ORGANISASI
a. Ketua DPC PK Taman Sari 1998 - 2001
b. Ketua Yayasan Bina Ukhuwah 2002 - 2013
c. Ketua Remaja Masjid Al Muttaqien 1996 - 1997
d. Ketua Masjid Wisma Metropolitan 2002 – 2006
e. Ketua Masjid Menara Mulia 2006 – 2012
f.  Ketua Bid Kaderisasi DPC PKS Tambora 2005 – 2011
g. Bendahara DPC PKS Taman Sari 2012 – sekarang

RIWAYAT PEKERJAAN
a. HSBC 1997 - 2012
b. Wiraswasta 2012 – sekarang

3 Langkah Menangani Akun Anonim

07/01/14

3 Langkah Menangani Serangan Di Sosial Media




Bismillah, semoga bermanfaat buat semua.


Ilustrasi: google
Tidak semua serangan harus ditanggapi, jika harus, pastikan mencapai tujuan. Yang bagaimana yang harus ditanggapi? Makin dekat perhelatan. Serangan dan cacian beradu dengan pencitraan penuh pujian. Hadapi dengan langkah terukur penuh persiapan. Semua ada ilmunya. Komunikasi ‘darat’ dan ‘virtual-digital’ ada ilmunya masing-masing pula. Sesuatu yang relatif baru. Tidak semua serangan benar-benar sebuah serangan.

Socmedcomm yang text base --pesan tak berintonasi-- agak susah ‘dirasa’ maksudnya. Tidak semua serangan juga me-mention sasaran. Ini lebih berbahaya. Bad news meluas tanpa disadari ‘korban’ nya. 

Perlu diketahui,  fungsi akun formal organisasi ada 3:
1.       News Spreader
2.       Jubir (Public Relations), dan
3.       Contra-PR.

Yang kita bahas sekarang adalah bagaimana menjalankan fungsi nomor 3, yaitu menangani serangan secara efektif. Kami bagi terstruktur dalam 3 bagian dari general ke spesifik.

Pertama, kita bahas sumber serangan. Ini bagian dari menseleksi layak ditanggapi or not serangan yang datang. Kedua menseleksi konten yang layak ditanggapi dan yang tidak. Fungsi sosial media banyak, bukan hanya defense, maka harus efektif. Ketiga, jika benar serangan, how to handle ? 

Ada 3 prinsip disini. Ikuti nanti ya. Bagus lagi sambil praktek. Ada juga 1 bagian yang penting yaitu disaster recovery, misal jika kita lakukan satu kesalahan (insya Allah next topic).


Bagian Pertama

Menseleksi sumber serangan. Woles (santai/sabar). Sempatkan buka akun penyerang dengan seksama. Pelajari siapa dia. Tanya: Mana sempat? Usahakan sempat. Maka yang terbaik adalah ada dedicated admin yang menangani akun secara khusus. Serangan oleh akun baru, follower kecil, twit/status dikit dan sporadis biasanya hanya cari sensasi dan naikkan impresi. Serangan oleh akun jejadian, name ngawur, tanpa profpic (gambar telor), bio asal-asalan, twitnya random, abaikan…

Serangan ‘pasukan yang dikelola’ biasanya serang 1 akun dengan akun beramai-ramai (serentak) dengan isi twit sama. Penyerang ‘serius’ tak akan korbankan akun besarnya untuk serang 1 akun kecil-sedang dengan isu standar secara sendirian. Niat memberi efek jera pada serangan dilakukan dengan operasi kompakan banyak akun jejadian. Biar kitanya ‘kapok’ karena di-bully. Juga ada ‘pride’ - perasaan harus menjaga image akunnya. Tak akan lakukan serangan kecuali benar-benar isu penting.

Bisa juga penyerang adalah sekumpulan akun bodong. Bot atau mesin. Kerja bersama dengan satu sasaran. Adminnya satu, konten sama. Beragam tool untuk memenej banyak akun secara simultan. Hootsuite atau tweetdeck, misalnya. Bahkan hootsuite (yang paid version) bisa satu tombol untuk 20 akun sosial media seperti twitter, FB,flickr, linkedin, dll, secara simultan. Jika ketemu serangan dengan ciri penyerang seperti diatas, 1 kali s.d. 5 kali diamkan saja dulu. Sementara jika penyerang adalah akun besar, kontennya ‘kuat’ dan jelas lalu di-RT banyak akun, maka ini serius.


Bagian Kedua

Konten seperti apa yang ‘pantas’ ditanggapi. Jugan buang-buang energi. Serangan serius adalah menyerang aspek substansi (konten) dengan mendalam dari berbagai segi, lalu menyeba-rluaskannya. Serangan serius tak menyerang ‘bungkus’ atau cara penyampaian. Yang model ini kategorinya: nyinyir. 

Perhatikan juga ada 3 level serangan :
1.       Objection (keberatan),
2.       Complain (keluhan) 
3.       Serangan/ intimidasi (attack)

Haters itu ada di antara complain dan attack. Paling parah kalau attack fitnah dilawan sampai ada legal action. Dengan bukti kuat, serangan yang berisi fitnah bisa diperkarakan. Ingat kasus Pak Misbakhun yang difitnah hater-nya? Ada case attack yang tak substantif karena mis-persepsi seperti #titipDoaBaitullah kemarin, setelah naik ramai dalam 1-2 hari, selesai.

Meski sempat masuk media elektronik nasional, ujungnya terlihat bahwa attackers melebih-lebihkan. Bahkan dari sudut pandang komunikasi, kasus #titipDoaBaitullah itu menaikkan eksposure para ‘korban’. Banyak serangan tak bermutu, pasti bisa terlihat dari kontennya, yang layak diabaikan, didiamkan.

Seperti diatas, serangan ‘berkelas’ adalah yang kupas dari segala sisi, sajikan link yang mendukung, mendalam dan menyebar ke kanal lain. Serangan ‘bermutu’ cenderung dinikmati orang. Karena logis, orang akan menyebarnya dengan cepat dan sukarela. Ini perlu dilokalisir.


Bagian Terakhir

Jika memang serangan ‘layak’ ditanggapi, maka apa tindakan kita? Idealnya, sebuah rencana serangan sudah bisa dibaca sebelum benar-benar kejadian. Yap, teridentifikasi dini. Identifikasi dini terhadap serangan bukan mustahil. Paling minim ada admin stalker yang memantau kata kunci tertentu. Tapi ya itu tadi, perlu admin yang sit-in. Dedicated. Terus melihat situasi. Beberapa akun serius punya 1-2 admin stalker. Atau gunakan tool gratisan seperti social-mention. Sentimen positif-negatif-netral berupa riak kecil terbaca sebelum jadi gelombang.

Yang mumpuni: gunakan tool monitoring khusus, real-timeKeyword tertentu dan sentimen bisa dilihat yang relevan dengan akun dari awal. Misal, akun PKS tetiba relevan dengan keyword “pembohongan” maka harus cari tahu sumbernya dan siap-siap langkah sebelum membesar. Diatas itu upaya prevensi dengan alat/tool. Ada juga prevensi dengan communication plan yang matang. Idealnya, tim sudah bisa identifikasi celah serangan dan siapkan rencana penanganan dari awal.

Dibedah setiap celah. Sudah disiapkan jika diserang di A, jawabnya AA. Jika dikritik sisi B, jawabnya BB. Lalu, jika sudah benar-benar terjadi serangan, bukan objection dan bukan complain, bagaimana menanganinya?

Beberapa prinsip dalam socmedcomm tetap harus kita pegang: terstruktur, tidak emosional, pilihan kata yang tepat (ringkas mengena).#NoteToSelf akun struktur adalah akun yang mewakili organisasi. Perlu hati-hati, tak reaksional-emosional, tak kasar dan agresif. “Once it roll, give up control” --sekali muncul, konten akan tinggalkan jejak--, lalu menyebar. Think twice before post. Kita bagi 3 penanganannya:

Level 1

Attack level 1 yang tak berkualitas, cukup dinetralisir dengan ‘dibalas santai’. Misal diserang dengan, “Omong doang, lu.” Balas santai dengan, “Sosial media memang tempat bicara kan?” Tambahi senyum :) . Kita sering menyebut penanganan level 1 itu dengan “pace side” - menetralisir ke arah agak ‘mengabaikan’. Itu level 1. [Ikutan rasa keripik yang naik level makin pedas. :D ]

Level 2

Level 2 adalah serangan level sedang. [ Catatan: Serangan level 1 bertubi-tubi bisa juga mengganggu. Aksi ekstrimnya balas dengan RAS :) . Tak perlu dibahas ya :) ]. Level 2 ini sudah menghubungkan dengan fakta lain. Mulai dikuatkan dengan data. Menanganinya beda cara. Caranya, sering disebut “pace down”, adalah dengan bertanya. Misal, “Partai situ menipu”, reply “Ow, maksudnya?”.

Dengan pace downreply dari kita jika serangannya sajikan fakta tak jelas, bisa membuat dia diam. Berarti datanya ngawur. Atau, jika data penyerang valid, maka peluang untuk menjelaskan. Diskusi dengan baik. Jangan RT, cukup reply atau temu ‘darat’. Lokalisir, jangan meluas. Fokus ke masalah. Bisa saja berita salah kutip. Atau tak cover both side. Jelaskan dengan bijak.

“Pace-down” bertujuan juga merendah dan membuka sekat. Ending yang keren adalah ‘lawan’ malah memihak kita J. Tiap interaksi kita adalah dakwah. We win the communication if we can win their heart. Kita duta kebaikan. [ Catatan: bertanya itu seni. Dalam banyak kasus komunikasi, tanya bisa mengubah semuanya, terutama yang tertulis.]

Level 3

Terakhir, “pace-up”. Ini asertif style yang lugas dan langsung ke arah sasaran. Adu argumen dengan data-fakta valid. Makna lugas bukanlah kasar. Tambahkan  ‘sweetener’, keep calm but clear. Contohnya di twit berikut. Misal, “Parah, popularitas partaimu turun”, jawab, “Kalau versi lembaga survey ____ malah naik 5%“ :) . 

Adu fakta saja. Jika tak cukup, berikan link berita, atau tulis di blog berisi klarifikasi yang gamblang atau bantahan. Ada beberapa teknik sebetulnya. Misal: generalisasi, double binding untuk persuasi, dan lain-lain (next topic insya Allah). ■ 

Cara Efektif Pasang Atribut Kampanye

05/01/14


Cara Efektif Pasang Atribut Outdoor
Untuk Caleg dan Partai



Teknik meningkatkan visibility atribut kampanye, strategi agar ‘atributisasi ber-impact secara optimal’. Berharap ilmu dari aplikasi di industri periklanan retail ini applied, memperkaya untuk kerja-kerja dakwah kita melalui media. Diawali sebuah tanya: “Apakah atributisasi pemenangan yang kita lakukan adalah upaya acak atau telah terarah dan terencana?” 

Kemarin kita bahas “cara melawan” melalui sosial media. Malam ini tentang “operasi media non-digital”. Masing-masing ada best practise-nya. Bukan saja kerja media menghadapi kompetitor, bahkan di internal ada kerja-kerja berebut ‘panggung’ dan space iklan. Kita akan kupas media non-digital, karena kerja-kerja kita bagaimanapun adalah kerja ‘integrasi’ digital dan konvensional.

Perencanaan yang baik mulai DESAIN, PRODUKSI dan TITIK PEMASANGAN (PLACEMENT) akan mengoptimalkan hasil. Kita bahas meningkatkan visibility melalui atribut luar ruang atau OOH (Out of Home) promotion. Selanjutnya kita akan sebut OOH. Target OOH adalah “awareness” (nyadar/ ngeh) hingga ke “call to action” (milih/gabung). Tergantung SCP. Apa tuh?

Di awal kita akan kenalan dulu dengan istilah seputar media iklan, jenis OOH dan sizenya, target dan psikologis pasar. Maaf twitnya selalu bermula dari pijakan/ fundamental dulu, gabungan teori dan praktek, supaya lebih tajam dan manfaat.  Sebelum jauh, kita bahas apa itu VISIBILITY dan AVAILABILITY serta POPULARITAS dan ELEKTABILITAS.

VISIBILITY yang sedang kita bahas, jika dihubungkan dengan tahapan kampanye adalah fase membangun popularitas dan branding. Satu tahap sebelum elaktibilitas. Selain visibility ada hal lain yaitu availability, operasi “darat” bertujuan untuk pastikan keterpilihan/ elaktibilitas.

AVAILABILITY adalah kerja-kerja direct ke pemilih dan simpul massa. Eksisnya caleg adalah secara fisik, tatap muka, saling sapa. Ada target kampanye yang hanya bisa dimenangkan dengan kehadiran caleg dan kader. Keluarga, komunitas, ormas dll. Ini bab lain. Availability berkaitan dengan program/ offering/ ‘kontrak sosial’ dengan massa. Caleg dan parpol harus eksis di tengah pemilih.

Perencanaan dan pilihan yang tepat untuk SIZE, CONTENT, PLACEMENT (disingkat SCP) OOH akan menghemat biaya. Dana kita terbatas. Istilahnya low cost-high impact (LCHI). Selain berkenaan dengan kerja digital campaign, LCHI juga terkait campaign OOH yang terarah. Visibility yang optimal melalui OOH ditentukan oleh 3 hal : SIZE, CONTENT, PLACEMENT (SCP) tadi akan kita bahas satu-satu.
  
SIZE

Penting karena ukuran harus sesuai kebutuhan. Dan ini berkait dengan psikologis target iklan di lokasi dan situasinya. Di jalan tol/ utama, bando jalan (6x12m) dan billboard (5x10m atau 8x16m) adala yang paling efektif, tapi biaya SANGAT besar. Turun SIZE : baliho (4x6m) atau banner (1x3m atau 1x4m). Yang terpakai di jalan tipe A dan B adalah H-Banner dan T-Banner (1x5m). H-Banner adalah yang kita kenal dengan spanduk. T-Banner adalah yang kita kenal dengan umbul2. Yang 1 horizontal placement, satunya vertikal.  OOH di tepi jalan utama/ tol dan jalan A, selain biaya produksi tinggi, pajaknya juga. Ini wilayah DPP sampai dengan DPD-lah, ya.

Gbr 1.
Masih di jalan kelas A ada mini billboard ukuran 4x6m dan shop blind (biasa digunakan untuk branding nama toko) ukuran 1x2m. Masuk ke jalan kelas B dan gang-gang, ukuran mengecil ke Mini Banner (40x60cm atau 60x80cm), tempel di pagar/pohon/pagar. Lebih kecil lagi adalah poster (ukuran A4 atau A3) dan flyer atau brosur (ukuran A5) juga stiker berbagai ukuran. 

Oya, jalan kelas utama adalah tol dan jalan provinsi, jalan kelas A adalah jalan protokol, jalan kelas B adl ruas2 penghubung jalan protokol. Billboard di tepi jalan tol di Jakarta misalnya bisa mencapai 2,5 Milyar per tahun all-in. Kita gak bahas ini ya. Nantinya, pilihan SIZE sesuai situasi-kondisi lokasi dan target iklan akan mempengaruhi content dan placement.

Pernah lihat seperti ini (Gbr 1.)? Apakah kira-kira pesannya sampai? Kecil, sendiri di tepi jalan utama. Mini banner (60x80cm) tadi diletak di tepi jalan utama dan berdiri sendiri. Masih untung dipasang di mulut gang. Prinsip dalam memenej SIZE yang optimal sebagai berikut: Makin maksi size makin harus minimalis isinya. Kontennya singkat-padat.

Gbr 2.
Selain itu desain juga menentukan. Bagaimana kreatifitas akan menentukan iklan kita terlihat dan ‘mengena’ atau tidak. Ada daerah hijau, kuning, merah. Merah misalnya di pusat kota, sudah ada banyak OOH di sana, tak ‘nyleneh’ tak dilihat. ‘Nyleneh’ di media disebut “stands among the crowd”, harus beda jika dalam kerumunan, seperti di samping ini (Gbr 2.).

Di wilayah Jakarta ada billboard m*z*ne dan *amso*tek dengan tampilan 3D. Itu contoh agar ‘menonjol’ dalam ‘lautan’ OOH. Atau lihat bbrp OOH berikut ini, sangat cathcy. Kreativitas desain, biayanya bisa sama saja dengan yang lain,tapi impact berbeda.


Contoh OOH kreatif (Gbr 3).

Gbr 3.

Atau ini contoh OOH kreatif visibility - kategori wall painting (Gbr 4).

Gbr 4.

Kalau Dapilnya adalah kawasan rural, gunakan size kecil tapi banyak. Langsung ‘di depan mata’ pemilih. Contoh Flyer Chain yang digunakan AKP Turki (Gbr 5). Karena tergantung di atas jalanan, isi pesan minimalis.

Gbr 5.

Jika daerah urban, 1 billboard size besar cukup sebagai anchor. Selebihnya media-media kecil seperti poster di gang-gang dan flyer. Soal kreatifitas, warna, teks, desain dan lain-lain akan dibahas mendalam di bagian kedua tentang CONTENT.

  
CONTENT

Penting karena yang kita ‘kirim’ adalah pesan. Pesan harus sampai dengann teks, grafis, warna, estetika. Berapa banyak message yang bisa ditangkap oleh target iklan yang melalui jalan tol, jalan kelas A, kelas B, jalan masuk gang?

Kemampuan membaca dan menangkap pesan target iklan tergantung speed/laju jalan, posisi OOH terhadap yang lain dan isinya. Waktu baca OOH besar di jalan tol/utama seperti Bando Jalan dan Giant Banner adalah 2 detik. Laju 60km/jam. Isi pesan maks 3. Waktu baca OOH seperti billboard, banner di tepi jalan A bisa 5 detik. Lebih jika macet. Isi pesan maksimal 5 termasuk gambar. Waktu baca OOH jalan tipe B, termasuk gang dan sub gang bisa 10-20 detik. Konten seperti proposal pun tak apaLagi: Makin besar media makin harus sedikit isi pesannya. Sebaliknya makin kecil media, isi boleh makin banyak. 3 konten di dalam OOH, contoh : HEADER, ISI PESAN, NAMA atau OWNER PROGRAM, contoh? di twit berikut.

Contoh PKS PEDULI IBU (header), PERIKSA PAP SMEAR GRATIS UNTUK 1000 IBU PADA 22/12/13 (isi pesan), BIDPUAN PKS (owner). Untuk ukuran lebih kecil, isi 5 pesan, bisa ditambahkan info lebih rinci, misal periode program, tagline, jabatan dan promise. Warna harus mencolok, font size sangat besar (jangan malu-malu) dan gambar pendukung yang mendominasi. Banyak terjadi, temanya CINTA, isinya gambar presiden partai lagi orasi berapi-api. Pas nge-desain OOH bertema cinta foto presiden yang ini ‘kan cakep.

Konten untuk OOH ukuran kecil boleh sangat detil, bahkan sampai program dan janji-janji serta banyak foto. Bahkan visibility keren lagi dibuat infografis (Gbr 6). Bikin size poster. Ini contoh aja, yang baca gak bosen.

Gbr 6.
Contoh size kecil (mini banner) yang proporsional dari segi desain, isi pesan, warna dan gambar (Gbr 7).

Gbr 7.

Contoh untuk media OOH besar seperti Billboard, Giant Banner atau Bando Jalan. Isi pesan minimal dan kena (Gbr 8)

Gbr 8.

 Atau yang ini, simple dan clear words (Gbr 9).

Gbr 9.

Atau yang ini. Clear and Clean (Gbr 10).

Gbr 10.

Maaf, untuk yang ini, dalam 2 detik kira-kira pesan apa yang kita tangkap? (Gbr 11)

Gbr 11.

 Beberapa contoh desain media OOH, bahkan tak hanya untuk billboard, di bidang aplikasi lain pun ok. (Gbr 12)

Gbr 12.

Ini juga, creative OOH media. (Gbr 13)

Gbr 13.

 Ini contoh, kekuatan pada IDE : isi pesan dan grafis. (Gbr 14)

Gbr 14.

PLACEMENT

Nah kita masuk ke bagian ke-3 baru nih. Tentang PLACEMENT. Taro dimana tuh atribut? Moga-moga masih betah.

PLACEMENT penting karena titik, posisi, frekuensi/ repitisi menentukan tingkat memorizing terhadap isi pesan yang disampaikan. Mini banner tak kan efektif jika tak dipasang berurutan minimal 10 pcs untuk menimbulkan kesan. Percuma. Mini billboard permanen ukuran 2x3m tinggalkan saja. Pajak mahal. Tak efektif jika tak berurut minimal 3 pcs. Baliho 4x6m efektif di persimpangan dan simpul-simpul macet. Karena non-permanen, placement-nya bisa benar-benar kita atur.

Satu OOH billboard mencukupi jika ada budget. 1 atau 2 di perbatasan kota (arah datang mobilisasi pengendara) cukup. H-Banner (spanduk) sesuai untuk jalan tipe B dimana kendaraan agak lambat dan wilayah padat penduduk. T-Banner (spanduk) cocok untuk event keramaian tapi jumlah harus banyak. T-Banner permanen lagi ngetren but mesti berjajar 10. Poinnya, medium kecil harus direpetisi. Poster, mini banner, harus terjajar banyak berurutan. Jika tidak, tak ber-impact.

Untuk pengetahuan, dalam beriklan, ada yang disebut “customer journey”, mulai bangun tidur sampai dengan tidur kembali. Mengetahui “customer journey” membuat kita tahu posisi iklan mana saja yang target lihat. Bangun tidur : Baca e-mail atau twitter. Nonton TV sebentar. Keluar rumah lihat poster di gang. Di jalan dengar radio. Terus?  Lalu selama di jalan pergi-pulang kerja lihat OOH. Baca koran/magazine (majalah). Di rumah nonton TV. Itu daily journey. Maka idealnya, integrasi iklan adalah mulai digital/sosial-media, elektronik (TV, radio), OOH, dan media cetak.

Itu idealnya lho. Kalau tiap titik itu partai atau caleg ada iklannya, maka pesan benar-benar masuk di benak masyarakat.  Tapi tak pernah ada yang ideal. Maka tugas kita kerja optimal dengan apa yang ada. Semoga twit malam ini tentang visibility menjadi salah satu referensi. Perencanaan tentang SIZE, CONTENT dan PLACEMENT akan membantu budgeting yang efisien dengan hasil optimal, insya Allah.

Caleg di Dapil di daerah remote misalnya, tak perlu habis banyak di mini banner. Cetak flyer lalu sebar banyak-banyak. Cukup dulu twit tentang visibility, ya. Jangan lupa kerja-kerja availability juga supaya elektabilitas pun ikut terdongkrak. ■


PKS Tambora

Kabar PKS

 
© Copyright PKS Tambora 2011-2014 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com .